Showing posts with label Nur Atikah. Show all posts
Showing posts with label Nur Atikah. Show all posts

Wednesday, 8 June 2016

Published June 08, 2016 by with 0 comment

SEPENGGAL KATA YANG TAK BERMAKNA



By : Nur Atikah



Masih ada gema yang nyaris memantul dalam dada
Dalam kepala seakan berdentang yang kemudian menjadi kenang
Berulang datang dan terus saja berulang
Tenggelamlah aku dalam samudera pedihku
Disampingku masih ada sisa bara api
Yang pernah sengaja aku buat untuk hangatkan cairan dalam bola mataku
AKU ; masih sama, menunggu senja disela-sela kata
Bedanya, puisiku ini tanpa nada
hanya sepenggal kata yang tak bermakna

Sebab, setiap kita hanya sebuah hadiah dari semesta
yang entah kini sudah menjadi seperti apa.
Read More

Monday, 2 May 2016

Published May 02, 2016 by with 0 comment

PERKARA RELUNG HATI



by : Nur Atikah


Senja manakala aku berusaha menahannya
Kedua tangan ini tak lagi pantas berada pada genggamnya
Perkataan yang sontak membuat hatimu cidera
Hanya penyesalan yang selalu menari di ufuk mata

Tak bisa dipungkiri hati ini sempat menjadi duri
Membuat kita semakin lupa diri
Mengubah senyum menjadi sebuah ratap
Karna kita sudah sepakat untuk tidak lagi menetap

Buah dari ikhlasku adalah penawar untuk hatiku yang lara
Dirimu yang pernah singgah, kini telah menyisakan luka
Aku mulai  belajar untuk berpura-pura
Menutup sebuah perih agar tidak terlihat oleh kasat mata

Sebab, hanya yang maha yang ditangannya berhak atas segala sesuatu
Ini bukan salahmu, bukan juga salahku
Hanya keadaan yang membuat kita tidak lagi menjadi satu

Kasih ..
Doakan aku,
agar aku termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar 
Dan Allah kayakan jiwaku atas segala perkara relung hati.
Read More

Saturday, 2 April 2016

Published April 02, 2016 by with 0 comment

KAU TAK MENGANGGAPKU RUMAH



by : Nur Atikah


Temui aku malam ini
Jangan biarkan aku menunggu hingga pagi
Perih ini ingin segera aku obati
Di tepi malam ragaku mulai mencari
Penawar luka yang berlalu, kemudian pergi

Kemana sejatinya kau bawa hatiku berlari
Segera kembali bawa hatiku lagi
Jangan biarkan perasaan ini sepi kemudian mati
Aku tak ingin terlalu lama berada disini
Bersama bayangmu yang masih saja tidak mau mengerti keadaan ini

Aku tidak ingin meratap
Tentang dirimu yang enggan untuk menetap
Aku lemah, temani aku walau sekejap
Karna semesta sediakan waktu untuk kita saling menatap
Menikmati rasa yang tidak pernah terungkap

Kemana kakiku akan melangkah
Membawa sejuta kata yang berubah menjadi kisah
Dan kemana hatiku akan singgah
Jika kau tak menganggapku sebagai rumah.
Read More

Wednesday, 30 March 2016

Published March 30, 2016 by with 0 comment

TERUNTUK DIRMU PEREMPUANKU



by : Nur Atikah


Menjadi dirimu tidaklah mudah
Tersenyum manis hanya agar terlihat tabah
Bersikap pandai dalam segala hal yang menjelma menjadi amarah
Setiap jalan yang berliku bahumu selalu menjadi penopang untuk sebuah resah

Kali ini perahuku melaju pelan tanpa nahkoda 
Semangatku karam tak tersisa
Seketika hidupku hambar tanpa rasa
Pandanganku kembali berlinang air mata
Mendengar setiap katamu yang mulai terbata

Menatap langit namun tak bersahabat
Memutar waktu tetapi semakin lambat
Mungkinkah kau akan meminta waktumu kembali seperti dulu ?
Memberi rasa aman dalam setiap pelukmu

Tak perlu takut saat ragamu mulai lemah
Karna ragakulah yang akan selalu menerimamu dengan ramah
Tak perlu ragu untuk menangis 
Karna kedua tangan inilah yang akan selalu setia menepis semua tangis
Teruntuk dirimu perempuanku..
Dibawah kakimulah surga untukku
Ridhomu yang akan menjadi bekal untuk hidupku
Setiap nafasmu terselip doa untuk kebahagiaanku

Terimakasih ibu,
Ucapan terimakasihku tak akan sebanding dengan pengorbananmu.
Read More

Sunday, 28 February 2016

Published February 28, 2016 by with 0 comment

RINDUSAJAK


Sebagai wanita yang tidak lebih dulu singgah dihatimu
Diriku kembali di hantui rasa cemburu
Potretnya selalu terbayang dalam ingatanku
Perasaan apa lagi yang sedang aku rasakan
Entah harus aku mulai dengan bait mana agar aku bisa mengungkapkan

Layaknya seorang balita yang sedang merengek untuk dibelikan mainan
Hati ini mulai mencari celah pada sebuah perhatian
Tapi kenapa terkadang sering kau abaikan

Entah apa yang aku pikirkan
Rasa ini terus saja berulang

Ah, semesta..
Kali ini aku sadar ternyata cemburu ini berlebihan.

Nb: Follow sang pengarang di akun instagramnya @rindusajak
Read More

Monday, 15 February 2016

Published February 15, 2016 by with 0 comment

KAMU = SENJA YANG KU RINDUKAN



Dari awal perkenalan kita
Aku tidak pernah menyangka 
Bahwa ada kata yang selalu ku ucap
Dalam setiap jeda perbincangan kita

Rindu...
Kata rindu yang selalu menggebu
Kata rindu yang ingin selalu ku ucapkan
Kata rindu yang selalu menjadi alasan
Dan kata rindu yang selalu ada untuk kita

Namun, aku tidak pernah punya tekad dan keberanian untuk mengungkapkan
Bagaimana mungkin diungkapkan kalau nyatanya dulu kamu lebih memilih untuk pergi meninggalkan
Bagaimana mungkin aku hilangkan kalau nyatanya kamu menjelma menjadi pemanis dalam kopiku
Bagaimana mungkin aku hentikan kalau nyatanya sekarang kamu telah menjadi nikotin dalam asap rokok ku

Aku tak pernah paham dengan perasaan ini
Namun kamu selalu membuatku paham untuk mengartikan perasaan ini
Aku pun tidak pernah mengelak dengan keadaan ini
Dan kamu tidak pernah menolak untuk berada dalam keadaan ini

Keadaan yang selalu aku nantikan
Keadaan yang selalu aku inginkan
Semoga Tuhan selalu mengiyakan tentang apa yang kita inginkan


Read More